Menjaga Perdamaian di Tengah Perbedaan

Dalam pandangan agama Islam, perdamaian sangat dianjurkan dan perpecahan dalam bentuk apapun sangat tidak dianjurkan.

 

Allah SWT menciptakan manusia berbeda-beda, baik itu dalam bentuk, watak, pemikiran, keahlian, kepentingan, keyakinan, maupun hal-hal lainnya. Perbedaan yang menjadi sunnatullah ini bagian dari anugerah yang Allah berikan supaya manusia dapat saling mengenal, sehingga dapat saling membantu dan saling melengkapi, juga saling bergotong royong.

 

Dalam Al-Qur’an surat Al-Hujurat 13, Allah Berfirman:
“Wahai manusia, sesungguhnya Kami menciptakan kalian dari seorang laki-laki dan seorang perempuan, dan menjadikan kalian berbangsa-bangsa dan bersuku-suku supaya kalian saling kenal-mengenal. Sesungguhnya orang yang paling mulia di antara kalian di sisi Allah ialah orang yang paling taqwa di antara kalian. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal.”

 

Dan selain itu, ternyata Allah juga menjelaskan dalam surat Hûd 118 yang berisi tentang perbedaan yang ada pada muka bumi ini akan terus berlangsung sampai akhir dunia atau kiamat, yaitu:
“Jika Tuhanmu menghendaki, tentu Dia menjadikan manusia umat yang satu, tetapi mereka senantiasa berselisih.”

 

Dalam buku yang dikarang oleh Ibnu Katsîr, belai menjelaskan bahwa penjelasan ayat di atas maksudnya ialah perbedaan akan terus terjadi di antara manusia seperti dalam masalah agama, keyakinan, tradisi, pendapat, maupun pandangannya.

 

Pada kenyataannya, perbedaan yang timbul saat ini kerap memicu konflik di antara manusia. Hanya karena berbeda paham, berbeda kepentingan, berbeda agama, partai, berbeda pendapat maupun pendapatan, seseorang atau kelompok tertentu bermusuhan dengan yang lainnya.

 

Dalam keadaan konflik dan perselisihan, perbedaan yang seharusnya dipahami sebagai anugerah yang membawa manfaat, justru dipertentangkan hingga mengobarkan api permusuhan antar sesama. Karena itu Islam mengajarkan kepada umatnya untuk menjadi “juru damai” di antara orang-orang yang sedang bermusuhan.

 

Mendamaikan orang-orang yang bermusuhan, dalam bahasa Arab disebut dengan ishlâhu dzâti al-bain. Dalam surat An-Nisa 114 disebutkan bahwa:
“Tidak ada kebaikan pada kebanyakan bisikan-bisikan mereka, kecuali bisikan-bisikan dari orang yang menyuruh memberi sedekah, atau berbuat kebaikan, au ishlâhi baina an-nâs (atau mengadakan perdamaian di antara manusia). Dan barangsiapa yang berbuat demikian karena mencari keridlaan Allah, maka kelak Kami memberi kepadanya pahala yang besar.”

 

Tanpa ada perdamaian di tengah perbedaan, niscaya kehidupan ini akan kacau dan selalu dirundung pertikaian. Karena itu jalan perdamaian harus terus diupayakan, baik ada konflik maupun tidak. Sangkin pentingnya mewujudkan perdamaian, segala cara boleh dilakukan demi mewujudkannya.

 

Untuk itu, kita sebagai pemuda dan pemudi penerus bangsa Indonesia baik itu dalam perbedaan suku, budaya serta agama, wajib untuk tidak saling membuat perpecahan dan menyelesaikan semua permasalahan dengan damai dan tentram. Perselisihan dan konflik tidak akan menyelesaikan permasalahan yang ada. Damai lah kepada seluruh masyarakat, jangan memancing amarah suatu suku ataupun agama. Kita hidup untuk saling melengkapi

 

Semoga sedikit bacaan di atas bisa membawa kita lebih baik lagi dalam menyelesaikan permasalahan dan menyelesaikannya dengan cara perdamaian.

Salam Damai Untuk Indonesia.

#IndonesiaDamai #DamaiDuniaMaya #DamailahIndonesiaku #PortalDamai

Dengan sedikit penambahan tanpa merubah isi dan makna yang terkandung.

bangajik